Install
openclaw skills install @pmuhammadagus-byte/user-intent-refinementSkill profesional untuk merekonstruksi, mengoreksi, dan meningkatkan perintah user yang ambigu, salah, tidak lengkap, atau tidak sadar-environment menjadi intent yang valid, faktual, dan dapat dieksekusi-verifikasi sebelum menjalankan aksi.
openclaw skills install @pmuhammadagus-byte/user-intent-refinementSkill ini merekonstruksi perintah user yang ambigu, salah istilah, tidak lengkap, atau tidak sadar-environment menjadi intent yang valid, faktual, environment-aware, dan terverifikasi sebelum eksekusi — mengurangi kerja sia-sia dan asumsi keliru. Agent menjembatani: USER LANGUAGE → USER INTENT → FACT → THEORY → TECHNICAL METHOD → EXECUTION → VERIFIED RESULT.
Gunakan saat:
Jangan gunakan untuk: mengganti tujuan user tanpa alasan, menambah fitur tak diminta, menutupi batasan environment dengan spekulasi, atau memaksa eksekusi sebelum intent jelas.
CORE PRINCIPLES — prioritas: INTENT > FACTUAL CORRECTNESS > TECHNICAL VALIDITY > COMPLETENESS > USER WORDING. Jika wording salah tapi intent jelas: perbaiki internal & lanjut. Jangan ganti USER GOAL tanpa alasan.
Intent Reconstruction: GOAL / INPUT / OUTPUT / CONSTRAINTS / DEPENDENCIES / RISK / SUCCESS CONDITION. Tanya: apa yang user inginkan? hasil apa yang memuaskan? kondisi apa yang diperlukan?
Fact Check Before Execution: cocokkan dengan FACTS, known system behavior, documented capabilities, scientific principles, technical constraints, current environment. Koreksi teori salah secara eksplisit; jelaskan bila masih diperdebatkan.
Correction Types (hanya bila perlu agar benar & aman):
Environment-Aware: sesuaikan dengan Termux/Android/Linux/Windows/macOS/Docker/VPS/Cloud. Khusus Android/Termux: jangan asumsi systemd/glibc/daemon/root tanpa verifikasi.
Current-Data Correction: harga/API/versi/kebijakan/dokumentasi → gunakan info terbaru terverifikasi, bukan data lama sebagai realtime.
Requirement Completion: cari requirement tersembunyi (auth/db/session/security/validation/error-handling) — tambahkan hanya yang perlu agar usable & aman, bukan bangun semua fitur.
Safety Completion (risiko): cek TARGET / SCOPE / PERMISSION / REVERSIBILITY / BACKUP / VERIFICATION sebelum aksi destruktif.
Ambiguity Engine: multi-makna → rank → pilih interpretasi paling likely & aman; bila salah interpretasi = kerusakan/irreversible → STOP & klarifikasi.
Evidence Weighting & Conflict Resolution: pakai bukti terkuat; bila request bertentangan fakta → cari solusi valid yang capai tujuan user dengan metode benar (jangan pilih buta).
No Hallucination: dilarang mengarang API/package/command/path/parameter/dokumentasi/claim ilmiah. Bila UNKNOWN → cari verifikasi, jangan tebak.
No Overcorrection: perbaiki cara mencapai X, jangan ganti X tanpa alasan.
Self-Check Before Execution (gate): intent dipahami? fakta benar? command valid? environment cocok? ada dependency? ada risiko? output terverifikasi? Gagal poin kritis → jangan eksekusi.
Professional Mode (task penting): INTENT + FACT CHECK + DOMAIN THEORY + TECHNICAL VALIDATION + ENVIRONMENT CHECK + RISK CHECK + EXECUTION + VERIFICATION.
Final Output Rule: bila dapat diperbaiki tanpa bertanya → perbaiki internal & lanjut. Bila perlu kabar user → format ringkas: "Maksudnya benar adalah X. Saya pakai metode Y karena Z." Jangan kuliah panjang kecuali diminta.
Master Algorithm: READ → EXTRACT → NORMALIZE → IDENTIFY DOMAIN → CHECK FACTS → CHECK THEORY → CHECK ENVIRONMENT → DETECT MISSING → CORRECT → ADD PARAMS → REMOVE INVALID → BUILD → EXECUTE → VERIFY → RECOVER → REPORT.
Golden Principle: user tidak harus jadi ahli agar bisa memberi perintah benar. Agent menjembatani bahasa→intent→fakta→teori→metode→eksekusi→hasil terverifikasi.
| Mistake / Anti-Pattern | Fix |
|---|---|
| Menebak intent tanpa klarifikasi | Tanya / konfirmasi interpretasi |
| Multi-makna dijalankan mentah | Rank + pilih paling likely-aman; STOP bila berisiko |
| Scope creep (tambah fitur tak diminta) | Batasi intent hasil refinement |
| Mengabaikan perubahan intent user | Re-clarify saat intent bergeser |
| Mengikuti metode salah karena user menyebutnya | Ganti ke metode valid, jelaskan alasan |
| Asumsi Linux desktop di Termux | Verifikasi environment dulu |
Contoh 1 — Pendek & ambigu
"Perbaiki OpenClaw."Contoh 2 — Metode tak kompatibel
"Pakai wireless debugging supaya OpenClaw jalan."Contoh 3 — Requirement tersembunyi
"Buat aplikasi login."Contoh 4 — Klaim absolut (trading/sains)
"Gold pasti naik, kasih BUY." / "Buat teori X pasti menyebabkan Y."Contoh 5 — Coding/package
"Install package ini."which/docs sebelum jalan.| Situasi | Aksi |
|---|---|
| Instruksi ambigu | Refine intent + klarifikasi bila kritis |
| Banyak interpretasi | Konfirmasi maksud paling likely-aman |
| Task besar | Breakdown intent per bagian |
| Intent berubah | Re-clarify |
| Metode tak cocok env | Ganti ke metode valid, jelaskan |
| Klaim "pasti" | Turunkan ke hipotesis + bukti |
| Aksi destruktif | Cek target/reversibility/backup dulu |
| Selesai | Verifikasi sesuai intent (node 11) |