Install
openclaw skills install @pmuhammadagus-byte/skill-generatorGunakan skill ini saat: user memberikan ide, catatan, atau workflow yang belum terstruktur dan meminta dibuat jadi; user ingin membuat skill OpenClaw baru dari bahan mentah;; user memiliki masalah/cara kerja yang berulang dan ingin dijadikan kemampuan agent yang bi. Aktif untuk tugas terkait openclaw-skill-generator.
openclaw skills install @pmuhammadagus-byte/skill-generatorGunakan skill ini ketika:
Jangan gunakan untuk:
Menerima bahan mentah dari user dan mengubahnya menjadi SKILL.md OpenClaw yang:
Bahan dari user bisa berupa:
Untuk setiap bahan, ekstrak jawaban untuk:
WHAT Apa yang sebenarnya ingin dilakukan?
WHY Mengapa skill ini dibutuhkan? Apa nilainya?
WHEN Kapan skill harus diaktifkan?
WHEN NOT Kapan skill tidak boleh digunakan?
INPUT Apa yang diterima skill?
PROCESS Apa langkah-langkah yang harus dilakukan?
TOOLS Tool mana saja yang dibutuhkan?
OUTPUT Apa hasil akhir yang diharapkan?
CONSTRAINT Apa batasan yang harus dihormati?
FAILURE Apa yang bisa gagal dan bagaimana recovery?
Jika informasi tidak ada di bahan:
Setiap skill yang dihasilkan harus memiliki struktur konseptual ini:
SKILL ├── Identity │ ├── name │ ├── description │ └── trigger conditions ├── Purpose ├── When to Use ├── When NOT to Use ├── Requirements ├── Inputs ├── Workflow │ ├── Phase 1 — Analysis │ ├── Phase 2 — Design │ ├── Phase 3 — Implementation │ ├── Phase 4 — Validation │ ├── Phase 5 — Hardening │ └── Phase 6 — Finalization ├── Decision Logic │ └── IF/ELSE rules ├── Tool Usage │ └── Available tools and fallbacks ├── Execution Rules ├── Validation │ ├── Self-check checklist │ └── Quality gate ├── Error Handling │ ├── Error categories │ ├── Recovery flow │ └── Retry policy ├── Security │ └── Secret handling ├── Output Rules │ └── Final response format └── Examples └── Normal/failure/edge cases
Tidak semua bagian harus diisi. Saring bagian yang relevan. Jangan mengisi bagian hanya agar skill terlihat panjang.
Sebelum menentukan implementasi, deteksi environment:
IF $PREFIX contains com.termux OR $HOME contains com.termux:
PLATFORM = TERMUX
RULES:
/usr/local/...ELSE IF uname -s = Linux AND uname -m = x86_64:
PLATFORM = LINUX_DESKTOP
RULES:
ELSE IF uname -s = Darwin:
PLATFORM = MACOS
RULES:
ELSE: PLATFORM = UNKNOWN RULES:
Jangan memindahkan solusi Linux desktop ke Termux tanpa pemeriksaan.
Sebelum menentukan implementasi, verifikasi tool yang tersedia:
CHECK:
exec untuk shell commandsread untuk file readingwrite untuk file writingedit untuk file editingweb_fetch untuk URL fetchingweb_search untuk web searchmemory_search untuk memory recallcron untuk schedulingmessage untuk messagingJangan menggunakan tool yang tidak tersedia. Jika tool tidak tersedia, berikan fallback atau laporkan ERROR.
DILARANG mengarang:
Jika informasi tidak diketahui:
PRIORITAS: REAL DATA > VERIFIED CONFIGURATION > DOCUMENTED ASSUMPTION > SAFE DEFAULT
Kategorikan error:
INPUT ERROR → Jelaskan format yang salah → Berikan contoh yang benar → Jangan lanjut tanpa konfirmasi jika kritis
DEPENDENCY ERROR → Laporkan tool/package yang hilang → Berikan cara install → Gunakan fallback jika ada
TOOL ERROR → Laporkan pesan error dari tool → Jangan lanjut jika output tidak bisa dipercaya
NETWORK ERROR → Laporkan koneksi gagal → Gunakan fallback offline jika ada → Jangan infinite retry
AUTH ERROR → Laporkan credential masalah → Jangan mencoba retry auth tanpa perubahan
TIMEOUT → Laporkan durasi yang exceeded → Gunakan fallback atau perintah lebih ringkas
PERMISSION ERROR → Laporkan path/operation yang ditolak → Berikan recovery: chmod, sudo, atau alternatif
ENVIRONMENT ERROR → Laporkan platform mismatch → Gunakan solusi yang sesuai platform
OUTPUT ERROR → Laporkan output yang tidak sesuai ekspektasi → Validasi ulang atau repair
UNKNOWN ERROR → Tangkap exception → Laporkan dengan jelas → Jangan lanjut dengan asumsi
Untuk setiap error: DETECT → EXPLAIN → RECOVER → RETRY/FALLBACK → VERIFY → REPORT
Gunakan retry secara cerdas:
PRIMARY METHOD ↓ FAILED? ↓ SAFE RETRY max 2x dengan timeout ↓ FAILED? ↓ FALLBACK method ↓ FAILED? ↓ STOP REPORT ERROR
Aturan:
Skill tidak boleh:
Untuk operasi berisiko: CHECK → CONFIRM TARGET → EXECUTE → VERIFY
Gunakan placeholder untuk credential:
TELEGRAM_BOT_TOKENOPENAI_API_KEYGITHUB_TOKENGROQ_API_KEYJangan memasukkan secret nyata ke dalam SKILL.md.
Sebelum menyatakan skill selesai, verifikasi:
DID IT ACTUALLY WORK?
Bedakan:
Jika memungkinkan, verifikasi output secara nyata.
Nilai skill yang dihasilkan:
Architecture: alur skill logis dan tidak terputus? Reliability: tetap berjalan jika sebagian tool gagal? Clarity: instruksi jelas untuk agent? Tool Usage: hanya pakai tool yang tersedia? Error Handling: semua error tercover? Security: aman dari secret exposure? Compatibility: sesuai Termux/Android/desktop? Maintainability: mudah diperbarui? Extensibility: mudah menambah fitur? Verification: agent bisa mempercayai hasil?
Target: minimal 90 untuk production-ready.
Jika di bawah 90: perbaiki skill sebelum final.
0–49 = INCOMPLETE 50–69 = BASIC 70–79 = GOOD 80–89 = ADVANCED 90–95 = PROFESSIONAL 96–100 = MASTER / PRODUCTION-GRADE
Setelah membuat skill, berikan:
STATUS: PRODUCTION-READY / NEEDS IMPROVEMENT PLATFORM: TERMUX / LINUX_DESKTOP / MACOS / UNKNOWN SCORE: 0-100
SUMMARY:
SKILL STRUCTURE:
DECISIONS:
VALIDATION:
RECOVERY NOTES:
NEXT STEPS:
PHASE 1 — REQUIREMENT ANALYSIS ↓ Pahami WHAT/WHY/WHEN/INPUT/PROCESS/OUTPUT/CONSTRAINT/FAILURE
PHASE 2 — ENVIRONMENT ANALYSIS ↓ Deteksi platform dan verifikasi tools
PHASE 3 — ARCHITECTURE ↓ Buat struktur skill sesuai konteks
PHASE 4 — IMPLEMENTATION ↓ Tulis SKILL.md
PHASE 5 — VALIDATION ↓ Cek konsistensi, trigger, error handling
PHASE 6 — HARDENING ↓ Tambahkan fallback, security, platform-aware rules
PHASE 7 — SELF-TEST ↓ Simulasikan normal, failure, edge case
PHASE 8 — FINALIZATION ↓ Berikan output format lengkap
Jika requirement ambigu tapi masih dapat disimpulkan secara aman:
Namun jika ambiguity dapat menyebabkan:
maka gunakan SAFE-STOP dan laporkan kebutuhan klarifikasi.
Jangan menulis skill seperti dokumentasi. Tulis skill seperti membangun:
«OTAK OPERASIONAL UNTUK AGENT OPENCLAW.»
Skill harus membuat agent mampu:
MEMAHAMI ↓ MEMILIH ↓ BERTINDAK ↓ MEMERIKSA ↓ MEMPERBAIKI ↓ MENYELESAIKAN
Bukan hanya menerima input dan mengeluarkan jawaban.
Setiap kali user memberikan bahan mentah:
ANALYZE → EXTRACT → STRUCTURE → ENHANCE → IMPLEMENT → VERIFY → HARDEN → SELF-TEST → FINALIZE
Kemudian hasilkan skill OpenClaw terbaik yang dapat dibangun dari bahan tersebut, tanpa mengarang fakta teknis yang tidak tersedia.
Bahan mentah boleh berantakan. Tugasmu adalah membuatnya menjadi skill yang luar biasa.
| Mistake | Fix |
|---|---|
| Incomplete frontmatter | Include name + description minimum |
| No validation | Validate before deploy |
| Non-standard structure | Follow ClawHub conventions |
| No testing | Test the generated skill |
| Excuse | Reality |
|---|---|
| "I'll fill metadata later" | Fill it now. |
| "This structure is fine" | Follow the standard. |
| "No time to test" | Deploying untested = broken. |
See SKILL WRITING WORKFLOW for the full procedure.
| Situasi | Aksi |
|---|---|
| Butuh skill baru | Generate dari template |
| Struktur skill | Ikuti ClawHub standar |
| Validasi skill | Cek frontmatter + konten |
| Skill tidak jalan | Debug struktur |
| Publikasi | Package + dokumentasi |