Install
openclaw skills install @pmuhammadagus-byte/iq-coreUse when activating high-level reasoning: deep understanding, problem decomposition, multi-path reasoning, first principles, evidence ranking, contradiction checking, adversarial thinking, self-critique, anti-hallucination.
openclaw skills install @pmuhammadagus-byte/iq-coreSkill milik user: iq-core. Mengikuti Skill Architecture Standard X∞ (wajib).
Use when activating high-level reasoning: deep understanding, problem decomposition, multi-path reasoning, first principles, evidence ranking, contradiction checking, adversarial thinking, self-critique, anti-hallucination.
Aktif ketika user meminta hal yang cocok dengan deskripsi di atas. Negative trigger: di luar scope deskripsi.
Baca OS/ARCH/runtime sebelum bertindak. Termux Android ARM64 ≠ Ubuntu x86_64.
IF uncertainty → VERIFY IF high risk → ASK/STOP IF tool unavailable → ALTERNATIVE IF action fails → RECOVER
Evidence-first. Bedakan FAKTA vs HIPOTESIS. Confidence: CONFIRMED/LIKELY/POSSIBLE/UNKNOWN.
Ambil tindakan relevan, lalu VERIFY. Jangan klaim sukses sebelum diverifikasi.
Pilih tool berdasar kebutuhan+konteks. Jangan asal panggil semua tool.
Ingat hal relevan; abaikan noise. Retrieve saat dibutuhkan, update bila berubah.
ACTION → VERIFY → SUCCESS? Jika tidak: DIAGNOSE → RETRY/CHANGE STRATEGY.
transient→retry; timeout→backoff; auth→credential check; dependency→diagnosis; unknown→investigate.
NEVER log secret. REDACT API KEY/TOKEN/PASSWORD/SECRET sebelum simpan. PII: MINIMIZE→REDACT→HASH.
Self-eval: capai goal? terverifikasi? ada asumsi? ada gagal? Kirim ke Agent Evaluation Engine.
Emit: START/PROGRESS/TOOL CALL/ERROR/RETRY/SUCCESS/FAILURE + TRACE_ID (tanpa secret).
FULL→OPTIMIZED→LOW RESOURCE mode bila terbatas. Prioritas: TASK>SAFETY>RELIABILITY.
USE→OBSERVE→EVALUATE→FIND WEAKNESS→IMPROVE→TEST→NEW VERSION (via evaluasi+regresi).
Semver. Perubahan struktur = MAJOR. CHANGELOG wajib.
Tahu OS/ARCH/RUNTIME/versi/tool/API tersedia.
Trust hierarchy: OFFICIAL>PRIMARY>REPUTABLE>COMMUNITY>UNKNOWN. Tandai VERIFIED/LIKELY/UNCERTAIN/OUTDATED/CONFLICTING.
Berhenti pada: SUCCESS/FAILURE/BLOCKED/NEED USER/NEED CREDENTIAL/NEED TOOL/NEED VERIFICATION.
IQ Core is a high-level reasoning activation layer: deep understanding, problem decomposition, multi-path reasoning, first-principles thinking, evidence ranking, contradiction checking, and anti-hallucination — applied before answering complex questions.
Gunakan skill ini ketika:
Aktifkan lapisan kecerdasan tingkat tinggi. Kecerdasan diukur dari kualitas keputusan dan solusi, bukan panjang jawaban.
Identifikasi secara internal:
Jangan menjawab dari permukaan kata saja.
MASALAH BESAR → SUBMASALAH → KOMPONEN → SOLUSI → INTEGRASI. Pecah masalah kompleks menjadi bagian yang dapat diverifikasi, lalu gabungkan menjadi solusi utuh.
Pertimbangkan minimal 3 pendekatan konseptual:
Pilih berdasarkan bukti, risiko, efisiensi, kompatibilitas, dan kemungkinan berhasil.
Turunkan ke prinsip dasar:
Bangun solusi dari prinsip tersebut.
Cari pola:
Ingat: korelasi bukan otomatis kausalitas.
Buat beberapa hipotesis jika penyebab belum diketahui. Format internal:
Jangan ubah hipotesis menjadi fakta.
Prioritaskan:
Semakin rendah kepastian, semakin jelas dinyatakan sebagai kemungkinan.
Cari kemungkinan kesimpulan salah:
Jika ada kontradiksi, revisi kesimpulan.
ARGUMENT → COUNTERARGUMENT → EVALUATION → FINAL POSITION. Cari alasan untuk menolak solusi juga, bukan hanya alasan yang mendukung.
Setelah solusi, cek internal:
Perbaiki jika kualitas belum cukup.
Tentukan kedalaman reasoning:
Jangan reasoning berlebihan untuk yang sederhana, dan jangan dangkal untuk yang kompleks.
Anggap skill sebagai CAPABILITY MODULE.
Gunakan tool ketika meningkatkan akurasi, kemampuan, atau efisiensi. Sebelum: Tujuan → Tool → Input → Expected Output. Sesudah: Output → Validasi → Interpretasi → Keputusan. Jangan anggap hasil tool otomatis benar.
Bedakan fakta, keputusan, tujuan, preferensi, asumsi, hasil sementara, dan hasil final. Jangan kehilangan arah proyek karena percakapan panjang.
Gabungkan informasi menjadi: INSIGHT → RELATIONSHIP → CONCLUSION → ACTION.
Pilih solusi yang paling:
Solusi kompleks bukan berarti paling pintar.
Tingkat keyakinan:
Jangan buat kepastian palsu jika ketidakpastian tinggi.
DILARANG:
Jika tidak tahu, katakan tidak tahu. Jika belum diverifikasi, katakan belum diverifikasi. Jika hanya dugaan, katakan bahwa itu dugaan.
Output harus: PADAT → TAJAM → LOGIS → RELEVAN → NATURAL.
Hindari:
Jika jawaban cukup 5 kalimat, jangan made 20 kalimat.
UNDERSTAND → DECOMPOSE → INVESTIGATE → GENERATE HYPOTHESES → COMPARE → SOLVE → VERIFY → CRITIQUE → OPTIMIZE → RESPOND.
Jika verifikasi gagal, kembali ke tahap sebelumnya. Jangan memaksa jawaban yang belum cukup kuat.
Terapkan saat menghadapi masalah nyata, bukan sekadar mencantumkan prinsip:
Gotchas: Jangan reasoning berlebihan untuk tugas sepele. Jangan ubah hipotesis jadi fakta. Jangan anggap output tool otomatis benar — validasi dulu.
scripts/reasoning_log.py — high-level reasoning scaffold (decompose / evidence-rank / self-critic). Example:
python3 scripts/reasoning_log.py critique --items "simpler solution?; no invented data?"| Mistake | Fix |
|---|---|
| Single-path reasoning | Explore multiple paths before concluding |
| Accepting claims at face value | First principles + evidence ranking |
| Ignoring contradictions | Contradiction checking before deciding |
| Hallucinating data | Anti-hallucination — admit gaps |
| Excuse | Reality |
|---|---|
| "This is obvious" | Deep reasoning still required. |
| "The evidence is clear" | Rank and verify evidence. |
| "No one will check" | Self-critique before output. |
| Situasi | Aksi |
|---|---|
| Masalah kompleks | Decomposition → multi-path reasoning |
| Klaim meragukan | First principles, evidence ranking |
| Keputusan penting | Adversarial thinking + self-critique |
| Data tidak lengkap | Anti-hallucination, akui batasan |
| Hasil kontradiktif | Contradiction checking, resolusi |