Install
openclaw skills install @pmuhammadagus-byte/skill-workflow-plannerGunakan saat user secara eksplisit meminta bantuan menyusun rencana urutan pengerjaan beberapa skill OpenClaw (mis. 'bantu susun alur skill A lalu B').
openclaw skills install @pmuhammadagus-byte/skill-workflow-plannerskill-workflow-planner adalah skill pembantu penyusun rencana. Perannya: membantu user merangkai rencana tertulis (daftar langkah berurutan) ketika user ingin menyusun beberapa skill OpenClaw secara berurutan. Skill ini hanya menghasilkan teks rencana; eksekusi setiap langkah tetap di tangan user/agent dengan persetujuan eksplisit. Tidak ada instruksi terselubung untuk menjalankan skill secara otomatis.
Memberikan user kerangka untuk:
Lihat frontmatter (name, slug, version, description). Version mengikuti SemVer; setiap perubahan struktur/kebijakan wajib dicatat di CHANGELOG.
Aktif HANYA ketika user secara eksplisit meminta bantuan menyusun rencana/urutan beberapa skill (mis. "tolong susun alur skill A dan B", "bantu rancang urutan eksekusi skill ini"). Tidak aktif untuk: permintaan umum, task yang cukup satu skill, atau sekadar minta hasil tanpa minta susunan rencana.
Frasa pemicu spesifik:
Bukan trigger sendirian: frasa umum seperti "buat aplikasi", "kerjakan saja", "urus semua" TIDAK cukup — butuh permintaan penyusunan rencana eksplisit.
Contoh kalimat user:
Negative trigger (JANGAN aktifkan):
Sebelum menyusun rencana, catat: OS, ARCH, runtime, versi tool/API, batasan resource. Termux Android ARM64 ≠ Ubuntu x86_64 (path, package manager, binary, permission berbeda). Verifikasi environment bila rencana menyangkut skill bergantung platform.
| KONDISI | MAKA | ALASAN |
|---|---|---|
| Intent ambigu / kurang konteks | VERIFY (tanya klarifikasi minimal) | Salah arah lebih mahal dari satu pertanyaan |
| Langkah berisiko tinggi | TANDAI BUTUH PERSETUJUAN | Keamanan & oversight wajib |
| Langkah bergantung langkah lain | URUTKAN berdasar dependensi | Hindari langkah prematur |
| Alternatif langkah tidak tersedia | CATAT sebagai langkah butuh persiapan | Rencana tetap lengkap |
Evidence-first. Bedakan FAKTA (terverifikasi) vs HIPOTESIS (dugaan). Confidence: CONFIRMED / LIKELY / POSSIBLE / UNKNOWN. Jangan klaim rencana sempurna tanpa konfirmasi user.
Urutan penyusunan rencana:
Preferensi tool: gunakan read/exec untuk file/shell, web_fetch/browser untuk web. Jangan memanggil semua tool sekaligus.
Pilih tool berdasar kebutuhan + konteks, bukan kebiasaan. Redact secret sebelum log/store.
Catat preferensi dan tujuan yang user nyatakan secara eksplisit, bukan keputusan pemilihan skill. Simpan ke memory hanya bila user memintanya.
read/ls/stat).Bila rencana gagal di lapangan: catat langkah bermasalah, usulkan revisi ke user, jangan infinite loop.
NEVER log secret. REDACT API KEY / TOKEN / PASSWORD / SECRET sebelum simpan atau tampilkan. Untuk task sensitif (kredensial, perubahan sistem, destruktif), wajibkan approval user. Jangan bypass safeguard apa pun.
Self-eval: rencana jelas? langkah logis dan berurutan? risiko ditandai?
Catat rencana yang dibuat (tanpa secret) untuk audit user.
Gunakan langkah minimal yang cukup menyelesaikan tujuan.
Belajar dari feedback user tentang format rencana (bukan tentang pemilihan skill).
SemVer. Perubahan struktur = MAJOR; penambahan panduan = MINOR; perbaikan redaksi = PATCH. CHANGELOG wajib tiap rilis.
CHANGELOG
Ketahui OS / ARCH / RUNTIME / versi tool & API yang tersedia sebelum menyusun rencana. Skill yang incompatible dengan environment = tandai butuh persiapan, cari alternatif.
Trust hierarchy: OFFICIAL > PRIMARY > REPUTABLE > COMMUNITY > UNKNOWN. Jangan pasang skill eksternal otomatis bila source/code tak terpercaya.
Berhenti (dan laporkan) pada: SUCCESS / FAILURE / BLOCKED / NEED USER / NEED CREDENTIAL / NEED TOOL / NEED VERIFICATION.
Skill pembantu (advisor) yang membantu user menyusun rencana urutan pengerjaan beberapa skill OpenClaw ketika diminta. Skill ini hanya menghasilkan rencana tertulis; eksekusi dilakukan oleh agent/user. Menyelesaikan dependensi dan konflik instruksi agar agent bekerja dengan context tetap ramping.
Gunakan ketika:
Jangan gunakan untuk:
USER REQUEST (eksplisit: bantu susun rencana)
↓ PARSE TUJUAN
↓ LIST LANGKAH
↓ URUTKAN BERDASAR DEPENDENSI
↓ TANDAI LANGKAH BUTUH PERSETUJUAN
↓ TULIS RENCANA TERTULIS
↓ AJUKAN KE USER
(EKSEKUSI dilakukan oleh user/agent, bukan oleh skill ini)
Skill ini hanya menghasilkan rencana tertulis. Eksekusi tiap langkah tetap di tangan user/agent dengan persetujuan eksplisit.
Jika user setuju dengan rencana → user/agent yang menjalankan langkah sesuai urutan. Skill ini mengusulkan alur & meminta konfirmasi sebelum aksi berdampak (terutama high-risk). Jangan mengeksekusi destruktif tanpa approval.
Gunakan langkah minimal yang cukup menyelesaikan tujuan. Lebih banyak langkah ≠ lebih baik.
Tentukan sebelum susun rencana: GOAL, INPUT, OUTPUT, DOMAIN, COMPLEXITY, TOOLS REQUIRED, CONSTRAINTS, RISK, SUCCESS CONDITION.
Berurutan bila ada ketergantungan (A→B→C). Jangan jalankan langkah yang butuh hasil dari langkah lain sebelum langkah itu selesai.
Tandai langkah destruktif / kredensial / perubahan sistem sebagai BUTUH PERSETUJUAN.
EXPECTED vs ACTUAL. Tidak cocok → sarankan revisi ke user.
Task berubah → REASSESS rencana. Jangan pakai rencana usang.
Sebelum rencana menyangkut skill kritis: AVAILABLE? COMPATIBLE? DEPENDENCIES OK? KNOWN BROKEN? Bila tidak sehat → sarankan alternatif.
Contoh 1 — Web app trading
Contoh 2 — Debug
| Anti-Pattern | Fix |
|---|---|
| Langkah tanpa urutan | Tentukan dependency order dulu |
| Tak ada verifikasi | Sediakan checklist hasil |
| Infinite loop | Depth/attempt limit + state change check |
| Situasi | Aksi |
|---|---|
| Banyak skill relevan | Rancang urutan optimal |
| Langkah konflik | Resolve prioritas |
| Task kompleks | Dekomposisi ke sub-task |
| Rencana gagal | Sarankan revisi ke user |
Bantu user menyusun rencana skill secara cerdas, tapi eksekusi tetap di tangan user: aksi berdampak selalu butuh persetujuan.